Selama bulan Ramadhan, tubuh mengalami perubahan pola makan dan aktivitas yang cukup drastis. Salah satu keluhan yang kerap muncul, terutama saat menjalankan puasa dalam durasi yang panjang, adalah kekakuan atau ketegangan pada otot. RS Gayo Medical Centre menekankan bahwa salah satu mineral yang sering terlupakan namun sangat krusial perannya dalam menjaga relaksasi otot adalah magnesium. Mineral ini bukan hanya berperan dalam fungsi saraf, tetapi juga menjadi penentu apakah tubuh kita dapat beristirahat dengan optimal di malam hari.
Magnesium bekerja dengan cara mengatur transmisi sinyal saraf dan kontraksi otot. Ketika kadar magnesium dalam tubuh mencukupi, otot-otot akan lebih mudah relaks setelah melakukan aktivitas. Namun, jika tubuh kekurangan mineral ini, seseorang akan lebih mudah mengalami kram otot, kedutan, atau rasa pegal yang tidak kunjung hilang, bahkan saat sedang beristirahat. Selama Ramadhan, di mana hidrasi tubuh cenderung menurun, kekurangan magnesium dapat memperburuk rasa ketidaknyamanan fisik, yang pada akhirnya akan mengganggu kekhusyukan ibadah dan kualitas istirahat siswa.
Pihak rumah sakit menjelaskan bahwa mineral ini juga berperan dalam membantu tubuh memproduksi hormon serotonin, yang berfungsi sebagai pereda stres alami. Dengan kadar magnesium yang terjaga, siswa akan merasa lebih tenang dan tidak mudah tersinggung. Ini adalah aspek penting bagi kesehatan tubuh dan mental karena puasa bukan hanya soal menahan lapar dan dahaga, tetapi juga tentang menjaga kestabilan emosi. Magnesium membantu otot untuk tidak terlalu tegang akibat kecemasan, sehingga tubuh dapat memasuki fase tidur yang lebih dalam dan berkualitas.
Untuk memenuhi kebutuhan magnesium, siswa tidak perlu mengonsumsi suplemen tambahan secara berlebihan, kecuali atas saran dokter. Banyak sumber alami yang kaya akan magnesium dapat ditemukan di menu sahur dan berbuka. Beberapa contohnya adalah kacang almond, biji labu, sayuran hijau gelap seperti bayam, serta cokelat hitam yang dikonsumsi dengan porsi wajar. Memasukkan jenis-jenis makanan ini ke dalam pola makan selama bulan puasa akan membantu siswa terhindar dari keluhan otot kaku dan membuat mereka merasa jauh lebih segar saat bangun untuk sahur maupun beraktivitas di siang hari.
